Academia.eduAcademia.edu

Outline

Perkembangan Majalah Berbahasa Jawa dalam Pelestarian Sastra Jawa

Abstract

Javanese language is one of the most widely spread of Austronesian language after the Malay language. As a language which is rich of vocabulary and has been used for thousands of years, the Java language is also the language of literature. Javanese literature has survived for thousands of years. However, in this globalization era, the production of Javanese literature meets an incredible deterioration. Anderson (1996:265) imagines that there is a sort of black hole in Javanese literary tradition. There is a literary tradition that can be traced back over a thousand years recede, as old as the English and French literature. Currently, one of the preservation media remaining Javanese literature and productive is the Java language magazine. Java language newspapers, novels, and books are no longer active written by the Javanese authors. The role of Java language magazine deserves its own share of research on Javanese literature.

References (13)

  1. for "International Seminar On Austronesian -Non Austronesian Languages and Literature" 6-7 November 2013 in University of Udayana, Bali Theme: "Austronesian-Non Austronesian Languages, Literature and Culture, Globalization and Revitalization" situasi demikian, kemungkinan munculnya kritik sastra kecil sekali. Masalah kritik sastra merupakan masalah yang penting diperhatikan. Sastra Jawa modern, termasuk yang berada di majalah bahasa Jawa, hampir-hampir tanpa kritik. Latar belakang sejarah sastra Jawa sendiri, rupanya menjadi penyebab utama kelangkaan esai dan kritik karea dalam khazanah sastra Jawa kuno dan Jawa Madya tidak dikenal esai dan kritik sastra. 20 Tanpa kritik sastra berarti tidak ada perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perkembangan sastra Jawa modern. Sementara itu, Suparto Brata menulis bahwa "untuk mati, sastra Jawa baru kira-kira memang sulit. Selama orang masih mempergunakan bahasa Jawa, maka pengarang Jawa masih akan bermunculan dan akan menemukan penggemarnya. Apalagi bertambahnya orang Jawa sekarang diikuti dengan bertambahnya orang Jawa yang bisa membaca dan menulis. Sayangnya, bahasa Jawa sekarang tidak terpelihara." 21
  2. Penutup Sastra Jawa merupakan sebuah ranah kajian yang sangat kompleks, mengingat perjalanan tradisi kesuasastraan ini pun sudah berumur ratusan tahun. Selama masa tersebut, sastra Jawa terus mengalami dinamika yang berhubungan dengan kondisi sosio-politik dan kultural masyarakat pendukungnya. Pada masanya, sastra Jawa pernah mencapai titik kejayaan dan mendapatkan perlindungan di bawah supremasi kerajaan. Namun kini di era modern, sastra Jawa 20 Linus Suryadi AG. Dari Pujangga ke Pengarang Jawa. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995). Hlm 9. Esmiet dalam tulisan "Sastra lan Basa Jawa Kapiji dening Kasusastran Indonesia" (Mekar Sari, 1-15 Januari 1985), juga menyinggung masalah kritik sastra ini sebagai faktor penyebab kurang berkembangnya sastra Jawa, selain masalah kurang penerbit, kualitas pengarang, dan kurangnya alat komunikasi.
  3. Suparto Brata. Jatuh Bangun Bersama Sastra Jawa. (Jakarta: Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan Umum dan Profesi Depdikbud, 1981). Hlm 114. Ia menyatakan bahwa sastra Jawa membutuhkan pupuk yang cukup mahal harganya, yaitu diubahnya politik pengajaran bahasa daerah. Sastra Jawa tidak akan hidup subur kalau hanya dibiarkan hidup sebagaimana kemampuan penggemarnya. Ada tiga motor penggerak kegiatan sastra Jawa, yaitu daya, dana, dan politik bahasa. Paper for "International Seminar On Austronesian -Non Austronesian Languages and Literature" 6-7 November 2013 in University of Udayana, Bali Theme: "Austronesian-Non Austronesian Languages, Literature and Culture, Globalization and Revitalization" mengalami titik balik yang drastis. Proses produksi karya sastra Jawa tinggal dilakukan oleh segelintir orang. Jika melihat kondisi sastra Jawa saat ini, nyaris tidak dapat dipercayai bahwa sastra Jawa pernah melahirkan karya-karya besar dan para pujangga yang termahsyur. Pada masa ketika tradisi sastra Jawa mencapai titik balik, majalah-majalah berbahasa
  4. karena itu, penelitian-penelitian lainnya mengenai peranan majalah berbahasa Jawa dalam upaya pelestarian sastra Jawa perlu dilakukan. Perkembangan tema, bahasa, dan resepsi pembaca terhadap majalah berbahasa Jawa, merupakan beberapa tema menarik yang dapat diteliti. Dengan adanya penelitian-penelitian semacam itu, diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan sastra Jawa yang kini mulai mundur dari gelanggang. Paper for "International Seminar On Austronesian -Non Austronesian Languages and Literature" 6-7 November 2013 in University of Udayana, Bali Theme: "Austronesian-Non Austronesian Languages, Literature and Culture, Globalization and Revitalization" Daftar Pustaka
  5. Anderson, Benedict R. O"G.. 1996. "Sembah-Sumpah: The Politics of Language and Javanese Culture" dalam Latif, Yudi dan Idi Subandy Ibrahim (ed.). Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru. Bandung: Mizan.
  6. Brata, Suparto. 1981. Jatuh Bangun Bersama Sastra Jawa. Jakarta: Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan Umum dan Profesi Depdikbud.
  7. Damono, Sapardi Djoko. 2000. Priayi Abangan: Dunia Novel Jawa Tahun 1950-an. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
  8. Ras, J.J. 1985. Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir. Jakarta: PT Grafitipers.
  9. Soemargono, Farida. 2004. "Sastrawan Malioboro" 1945-1960 Dunia Jawa dalam Kesusastraan Indonesia. Mataram: Penerbit Lengge.
  10. Suryadi AG, Linus. 1995. Dari Pujangga ke Pengarang Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tim Peneliti Balai Bahasa Yogyakarta. 2001. Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Kemerdekaan. Yogyakarta: Kalika Press.
  11. Widati, Sri, dkk. 2001. Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Kemerdekaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  12. Zoetmulder, P.J. 1985. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Penerbit Djambatan.
  13. Djaka Lodhang, edisi Sabtu Pon, No. 34 Taun XLII 19 Januari 2013. Sumber Sekunder Asrori, Muhammad. Menyoal Sastra Jawa, Membincang Jaya Baya, dalam http://warungfiksi.net/menyoal-sastra-Jawa-membincang-jaya-baya/, diunduh pada 11 Oktober 2012 pkul 21.44.
About the author
Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Alumnus
Papers
3
Followers
161
View all papers from Kabul Astutiarrow_forward