Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sate Khas Senayan Tidak Sekadar Jualan Sate

Kompas.com, 14 Februari 2009, 10:05 WIB

Jakarta Selatan, 1974. Di salah satu sudut kota baru, Kebayoran Baru, muncul satu restoran yang di kemudian hari menjadi salah satu tempat makan legendaris dan menggurita. Kebayoran Baru muncul sebagai sebuah kawasan kelas menengah pada sekitar tahun 1950-an. Jauh sebelum itu, kawasan ini masih menjadi hutan jati jenis Pterospermus javanicum (jati bayur). Tanaman tersebut akhirnya menjadi nama kawasan, yang semula direncanakan akan seperti kota taman Menteng ini. Bayur, Kebayuran hingga akhirnya menjadi Kebayoran.

Jalan Pakubuwono menjadi awal dari sebuah perjalanan restoran tradisional Indonesia. Adalah Budi Purnomo Hadisurjo si penggagas resto ini. Konsepnya membawa makanan tradisional yang galib ditemui di pinggir jalan masuk ke dalam satu atap. Dan pedagang sate adalah yang jamak ditemui di jalanan, kala itu.

Ide menyatukan semua jenis sate pun terwujud dalam Satay House Senayan. Di sini, sate ayam, kambing, dan sapi bersatu. ”Khasnya memang sate, Rumah Sate. Tapi sejak awal yang ditawarkan enggak hanya sate. Makanan tradisional lain juga ada,” kata Vincentius Krisnata Rivaliandy, dari bagian operasi dan marketing rumah makan ini.

Meski sudah melekat dengan nama Satay House Senayan, pemilik kemudian merasa harus mengubah nama resto itu menjadi lebih Indonesia, Sate Khas Senayan (SKS), pada 1982. Bersamaan dengan pergantian nama tadi, resto yang mulai kewalahan menerima pengunjung ini harus menambah tiga gerai di kawasan berbeda, yaitu Kebon Sirih (seberang Gedung DPRD DKI), Menteng (Jalan HOS Cokroaminoto), dan Tanah Abang (Jalan Tanah Abang II, Cideng).  

Sate ayam, kambing, dan sapi yang tersedia di sini punya cita rasa berbeda dari semua sate yang ada. Selain daging sate yang empuk dan sudah berbumbu sehingga bisa dimakan begitu saja, bumbu kacangnya juga unik. Bumbu kacang untuk sate ini begitu kental dan lembut. Bumbu kacang ini pun bisa dicocol untuk teman makan krupuk atau dimakan begitu saja.

Selain tiga jenis sate tadi, SKS juga punya sate sampler, yaitu sate campuran ayam, kambing, sapi, dan kulit ayam. Untuk jenis sate tersebut harga per porsi bervariasi mulai Rp 30.000 hingga Rp 34.000.

Menu unggulan lain, selain sate, yang sudah 34 tahun lalu tersedia, antara lain adalah tahu telur, lontong cap go meh, nasi langgi, gule tongseng, sop buntut, dan gurame goreng. Semangkuk besar tahu telur, Rp 16.000, berisi tahu bercampur telur yang ditutup sayuran seperti taoge dan kol kemudian bertaburan kacang goreng serta kacang goreng tumbuk. Belum selesai karena semua itu kemudian diguyur dengan kuah hitam pekat. Rasanya manis bercampur gurih.

Penyuka kambing juga bisa mencoba tongseng. Kuah tongseng yang kental, bercampur daging kambing empuk, jadi santapan yang menambah selera. Selain itu SKS sedang mengadakan pengenalan menu baru, nasi pepes dan nasi bebek. Keduanya seharga Rp 34.000. Untuk nasi bebek isinya sepiring besar nasi beserta urap, bebek dengan kremesan lengkuas yang bagaikan abon, peyek dengan sambal bawang. Tidak bisa dipungkiri sambal bawang yang menyengat membantu semua rasa di piring tadi.

Buat yang tak doyan bebek, pilih saja nasi pepes. Ayam kremes, tahu dan tempe goreng plus sambal sambal tempe. Yang unik adalah nasinya dipepes bersama ikan teri, potongan ikan asin gabus, cabai, serta bumbu-bumbu. Rasanya? Bayangkan ikan pepes, tetapi ini nasi beserta cuilan ikan. Satu bungkus nasi bisa jadi tak cukup.

Untuk minuman, coba saja es teh manis SKS. Ini jenis teh beraroma jasmine, cukup kental, yang membuat Anda kembali ke masa lalu. “Teh ini memang teh yang sejak pertama kali resto ini buka sudah kami hidangkan,” jelas Vincent. Jus durian juga tak pernah absen di sini. ”Kami usahakan selalu ada persediaan buah musiman seperti mangga dan durian. Untuk durian, kami pakai Monthong,” tambahnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau